Minggu, 29 Januari 2012

IBS Hadiri Pemutaran Perdana Film "Demi Malam"

Pada hari Sabtu, tanggal 28 Januari 2012, pukul 20:00 WIB, IBS menghadiri pemutaran perdana film indie "Demi Malam" yang juga bersamaan dengan dilangsungkannya acara "Mangga" yang diselenggarakan oleh Story Lab, Bandung. Film "Demi Malam" merupakan film karya sutradara Andi dan dibintangi oleh Besti Rahulasmoro. Bukan hanya film "Demi Malam", film "Sepotong Malam", "Mafia2an", dan "Momento" yang merupakan karya filmmaker lainnya juga diputar dalam acara tersebut.

IBS (duduk di sebelah paling kanan), Besti Rahulasmoro (sebelah kiri IBS), Andi (sebelah kiri Besti), beserta tim penyelenggara pemutaran perdana film indie "Demi Malam" serta acara "Mangga" oleh Story Lab berfoto bersama

Film "Demi Malam" meraih respon yang sangat positif dari para audience yang hadir, mulai dari para pengamat film, pengajar sekolah film, aktris, aktor, aktifis film, hingga masyarakat biasa. Dari keempat film indie yang diputar pada acara itu, yaitu "Sepotong Malam", "Mafia2an", "Momento", dan film "Demi Malam" ini, film "Demi Malam" lah yang meraih respon yang paling positif di antara semuanya. Akting Besti Rahulasmoro merupakan sisi yang paling dipuji oleh para audience.

IBS yang juga ikut memberikan komentar di forum diskusi setelah film diputar memuji-muji film "Demi Malam". IBS berkomentar, "Ekspresi wajah dan keseluruhan akting Besti dalam film "Demi Malam" ini adalah kekuatan terbesar yang membuat film ini sangat berhasil dengan baik."

IBS pun akhirnya meresensikan film ini ke blog pribadinya yang kali ini sedang ramai pengunjung, bahkan sampai mencapai angka lebih dari 8.000 pengunjung. Untuk membaca resensinya, klik di sini.

Kamis, 26 Januari 2012

Reza Soebagyo, Seorang Gay yang Terobsesi terhadap IBS

Lagi-lagi ada seorang pemilik akun facebook yang terobsesi terhadap IBS. Kali ini adalah pemilik akun facebook Reza Soebagyo, yang mencantumkan keterangan pada profil facebook-nya sebagai seorang jurnalis, pernah mengenyam pendidikan di Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu komunikasi, dan berasal dari Klaten (Jawa Tengah) tetapi tinggal di Jakarta.

Reza Soebagyo
(sumber foto: akun facebook Reza Soebagyo)

Reza mengaku kepada IBS bahwa ia adalah seorang gay dan tidak pernah tertarik kepada perempuan. Walau demikian, Reza pernah mencantumkan keterangan di akun facebook-nya bahwa ia sedang berpacaran dengan seorang perempuan. Tapi, Reza berdalih melakukan itu karena sedang "bermasalah dengan kekasih pria"-nya.

Keterangan pernyataan Reza mengenai ke-gay-annya

Lantas, karena memang sejak awal ia mengakui bahwa foto profil facebook IBS yang pernah dicantumkan yang merupakan foto saat ia masih SMA membuat IBS terlihat berbeda bagi Reza, bahkan dia sebut "kelihatan cool banget", Reza bahkan sampai menawarkan dirinya untuk menjadi teman kencan IBS. Bukan cuma itu, foto profil IBS tersebut bahkan disimpan olehnya agar "bisa dilihat terus".

Keterangan pernyataan Reza mengenai foto profil IBS yang merupakan foto IBS saat SMA


Pernyataan Reza yang menyimpan foto profil IBS untuk "bisa terus dilihat" olehnya


Pernyataan Reza yang menawarkan dirinya untuk menjadi teman kencan IBS

Tapi, lama kelamaan Reza seolah terobsesi terhadap IBS. Ia terus melayangkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan pribadi IBS hingga berlanjut pada pertanyaan-pertanyaannya yang IBS anggap "konyol" mengenai homoseksualitas. "Aku sudah menyuruh dia untuk membaca tulisan-tulisanku dulu yang berkaitan dengan homoseksualitas yang tercantum di note facebook-ku, tapi dia malah terus saja mempertanyakan hal-hal yang menurutku konyol dan di luar konteks tulisan-tulisanku yang aku rekomendasikan padanya. Malas sekali aku berdialog dengan orang yang seperti itu, karena dialognya tidak akan berimbang. Bukannya malah mempromosikan tulisanku sendiri, ya? Tapi, setidaknya biar dia tahu dulu sudut pandangku dengan lebih jelas mengenai homoseksualitas. It's like he doesn't know the person whom he talks to", jelas IBS.

Mungkin karena merasa "tidak ditanggapi" seusai harapannya oleh IBS, Reza langsung melontarkan pembelaan yang seolah menggambarkan bahwa IBS adalah "artis sinetron kacangan".

Keterangan pernyataan Reza yang menggunakan perumpamaan "artis sinetron kacangan"

Pernyataan "artis sinetron kacangan" tersebut dilontarkannya berkali-kali kepada IBS, bahkan setelah IBS dengan serius menyuruhnya untuk berhenti mengirimkan pesan ke akun facebooknya. Mengenai hal tersebut, IBS memberi pernyataan, "Sebenarnya aku sudah sangat sering menemukan pria gay atau biseks yang seperti itu. Seperti yang pernah aku tulis dalam postingan di blog pribadiku yang berjudul "Krisis Identitas Gay Berkualitas(?)", jangankan kaum gay mainstreamnya, sejumlah ketua organisasi gay-nya saja masih krisis identitas soal orientasi seksual mereka. Dan kebanyakan pria gay atau biseks yang seperti itu akan menggunakan perempuan sebagai dalih untuk menutupi orientasi seksual mereka. Menyedihkan sekali memang. Lagi-lagi perempuan yang dikorbankan. But, actually gay must be girls' best friend. Menurutku, kesalahan mereka adalah mereka terlalu malas untuk membaca diri mereka sendiri dan kurang memiliki inisiatif untuk mencari informasi sejak awal. Contohnya saja Reza. It's very pathetic. Makanya, para pria gay atau biseks yang seperti itu pantasnya dilihat cukup dari fisiknya saja, itu pun bila fisiknya memiliki daya tarik, bukan pada pemikirannya mengenai orientasi seksual."

Selain itu, IBS menambahkan, "Orang-orang yang masih krisis identitas, khususnya krisis identitas seksual, biasanya tidak punya ruang apresiasi lain dalam dunianya sendiri sehingga terus menggoda orang yang bahkan tidak dikenalinya secara personal. He doesn't know me personally and he wants to be my lover? It is so cliche."

Minggu, 08 Januari 2012

Di balik Proses Pemotretan Proyek Fotografi Terbaru IBS

Seperti yang sempat berkali-kali diungkapkannya via status facebook dan twitternya, IBS sedang memproduksi proyek fotografi terbarunya bersama Mega A. Noviandari (fotografer) dan Suci Zwastydikaningtias (cerpenis/penulis/penata make up proyek fotografi ini). Proyek fotografi terbaru IBS ini sudah direncanakan sejak bulan Desember 2011 dan merupakan proyek fotografi IBS yang keempat, setelah trilogi "Menyapa Kematian di balik Jeruji Malam", "Cinta Brengsek", dan "Cinta Brengsek 2".

Pada hari minggu ini, tepatnya tanggal 8 Januari 2012, mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB, IBS dan tim-nya melakukan proses pemotretan untuk proyek fotografi ini. Foto-foto di balik proses pemotretan tersebut pun dipublikasikan di situs facebook. Berikut beberapa fotonya:


Suci Zwastydikaningtias sedang menata make up wajah IBS

Mega A. Noviandari sedang memotret IBS


Untuk melihat foto-foto lainnya, klik di sini. Selain itu, IBS mengatakan via facebook-nya bahwa hasil foto yang menjadi karya dalam proyek fotografi ini akan dipublikasikan nanti karena, "sedang kami proses dan kami seleksi, biar hasilnya lebih matang. Nantikan terbitnya hasil karya kami!", kata IBS.

Jumat, 06 Januari 2012

Blog Pribadi IBS Dikunjungi oleh Lebih dari 8.000 Pengunjung

Sejak Mei 2010 hingga tanggal 6 Januari 2012 ini, blog pribadi IBS yang beralamatkan di http://www.ramoncapoet.blogspot.com telah dikunjungi oleh lebih dari 8.000 pengunjung berdasarkan keterangan dari statistik blogger.com. Padahal, blog pribadi IBS tersebut jarang dipromosikan oleh IBS sendiri dan bahkan tampilannya dibiarkan tetap sama seperti saat pertama kali diluncurkan sejak April 2008, walaupun postingannya tetap ter-update dan kebanyakan berisi resensi IBS mengenai film dan musik yang sebelumnya dipublikasikan di akun facebook IBS. Selain itu, berdasarkan keterangan dari NetworkedBlogs, yang mengikuti blog pribadi IBS ini hanya 61 orang dan hanya masuk peringkat ke-34 blog terpopuler dengan kategori puisi.

Jumlah ini mungkin akan terus bertambah dan lebih, apalagi keterangan dari statistik blogger.com hanya mencantumkan sejak Mei 2010, tidak dari bulan atau tahun sebelumnya.

Tampilan depan blog pribadi IBS.

Kemudian, bila melihat dari sumber lalu lintas blog dari statisik blogger.com, blog pribadi IBS ini ternyata banyak dikunjungi oleh mereka yang mencari informasi mengenai gay. Terbukti dengan beberapa postingan IBS mengenai resensi film gay yang berjudul "A Single Man" dan "A Soundless Wind Chime" serta opininya mengenai krisis identitas "gay berkualitas" yang masuk ke dalam jajaran 10 postingan terpopuler di blog pribadi IBS.

Mengenai hal tersebut, IBS mengatakan, "I'm so shocked with this and it's unbelievable! Thanks to whoever you are for visiting and appreciating my personal blog!"

Jumat, 30 Desember 2011

New Message from IBS

Hello everyone,

It's been a while since I've been taking a break from performing and publishing my art works. It's like... 5 months, right? Yeah. And 2011 will be over. 2011 is the incredible year for me! I have found many great experiences and I really enjoy my own life in 2011. You know, like having fun with many lovers (I never ever had many lovers before! Not like this year! LOL!), hanging out with my old friends and new friends, creating my own performances with Kerensa and other artist pals, getting together again peacefully with my family, and I'm very impressed with all of you that my popularity on internet is getting wider in 2011! LOL! I can't believe it! But, anyway, with those big responses, I really want to thank all of you for appreciating my own world. (^_^)

Oh yeah, 2012 will come! I have many plans for 2012, you know, my COMEBACK on performing and publishing my art works! Some of you might have known that I'm working with my photographer pal on our art photography project which will be published in near future. Yes, we are! We will start working on taking photos in early January 2012 and I wish those photos will be published sooner after that. We have talked, shared, and discussed about the concept for weeks. I got inspired by Kelvin Atmadibrata, a young gay artist who lives in Singapore, and Galuh Tulus Utama, a young monologue artist. They both gave me inspiration for this art photography project and it's so amazing to work on it! So, wait and see! (^_^)

Oh yeah, during taking a break, I have found many inspirations for my next art works, you know, not only for my art photography project, but also my performances-plans and others. There are many things in my mind that I want to share with all of you on my art works. I have read seriously about naturalism (you know, my RELIGION VIEW), the homosexual/bisexual cultures of Indonesian history (especially before Arabic culture came and contaminated), urban culture in my place (especially Bandung), and the philosophy of LOVE. LOL! So, they are coming through my mind and there are many ideas for my next art works.

Okay, maybe that's all. Don't miss any information of mine from this official website and blog and keep visiting!



IBS

Selasa, 25 Oktober 2011

IBS Hadiri "Tubuh Asia: NIPAF - Asbestos Bandung Performance Art Exchange"

Pada hari Senin, tanggal 24 Oktober 2011 pukul 19.00 WIB, IBS hadiri acara "Tubuh Asia: NIPAF - Asbestos Bandung Performance Art Exchange" yang diadakan di Asbestos Art Space, Bandung. Acara ini merupakan acara pementasan "performance art" yang menampilkan karya-karya dari seniman-seniman asal Jepang dan India, yang diprakarsai oleh Seiji Shimoda, serta beberapa seniman yang tinggal di Bandung, seperti Intan Agustin, Rudi Abdalah, dan Rr. Metta P Wardhani.

Para seniman dan penyelenggara "Tubuh Asia: NIPAF - Asbestos Bandung Performance Art Exchange"

Dari kesemua "performer" yang tampil, IBS mengatakan bahwa ia merasa impresif dengan penampilan dari Osamu Kuroda, seorang seniman asal Jepang yang berusia 80 tahun. "Ekspresi wajahnya sangat menusuk hati! Aku suka sekali penampilan dia!", kata IBS.

IBS berfoto bersama Osamu Kuroda (tengah)

Untuk melihat foto-foto selengkapnya, klik di sini.

Kamis, 22 September 2011